Penahanan 4 Anggota HMI Ditangguhkan

Jakarta – Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan empat anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), hari ini. Keempatnya, merupakan tersangka kasus dugaan tindakan melawan petugas pada saat aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) lalu. “Ya kita minta penangguhan penahanan. Alhamdulillah Pak Kapolda mengabulkan. Kita berterima kasih,” ujar Koordinator Tim Kuasa Hukum PB HMI, M Syukur Mandar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/11). Dikatakannya, banyak yang menjamin keempat anggota HMI untuk ditangguhkan penahanannya. “Ya, kita banyak penjamin dari alumni HMI. Saya kira ini prosedur yang normal, tidak ada yang luar biasa dalam proses ini,” ungkapnya. Ia menegaskan, pihaknya bakal kooperatif dalam proses hukum selanjutnya. “Oh iya siap (kooperatif). Justru kita terhadap Pak Direskrimum kita ucapkan terima kasih. Kami sangat kooperatif dalam proses ini, kita menunggu saja proses ini,” katanya. Menurutnya, keempat tersangka itu tetap harus wajib lapor kepada penyidik selama proses penyidikan berjalan. “Ya sementara masih wajib lapor, sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” jelasnya. Menyoal apakah tetap akan melakukan praperadilan, Syukur belum bisa memastikannya. “Belum. Kita akan lihat perkembangannya. Kan penangguhan penahanannya dikabulkan tentu kita akan hormati itu. Sambil kita lihat lagi,” tegasnya. Sebelumnya diketahui, polisi menetapkan lima orang anggota HMI sebagai tersangka, terkait dugaan kasus secara bersama-sama melakukan kekerasan kepada pejabat yang sedang melaksanakan tugas, pada saat aksi unjuk rasa, di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Kelima tersangka adalah Ismail Ibrahim, Amyjaya Halim, Muhammad Rijal Berkat, Rahmat Muni, dan Ramadhan Reubun. Empat orang, selain Amijaya Halim, ditahan di Polda Metro Jaya. Bayu Marhaenjati/AB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu