Anggota DPRD Papua Sesalkan Penembakan Guru di Puncak Jaya

Bandung – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua menyesalkan aksi penembakan di Kabupaten Puncak Jaya yang menewaskan seorang guru kontrak. Ketua DPRP Papua Yunus Wonda, di Bandung, Minggu, mengatakan penembakan ini bukan hal yang baru, ini terus terjadi. “Selaku Ketua DPR Papua, saya mengutuk keras tindakan tidak manusiawi ini, siapapun yang mengambil nyawa orang lain itu adalah terkutuk, itu menyalahi ketentuan Tuhan, tidak boleh diberikan toleransi apalagi yang ditembak adalah seorang guru,” katanya. Menurut Yunus, selama dua tahun terakhir dibawah kepemimpinan Bupati Henok Ibo dan Wakilnya Yustus Wonda situasi di Kabupaten Puncak Jaya cukup aman dan kondusif. “Sehingga ketika penembakan kembali terjadi, apalagi terhadap seorang guru yang jelas bekerja untuk memajukan pendidikan di wilayah itu, tentunya ini sangat disesalkan,” ujarnya. Dia menuturkan penyelesaian persoalan Puncak Jaya itu tidak mudah seperti membalik telapak tangan, sebab yang dihadapi adalah persoalan ideologi dari kelompok yang memang berseberangan dengan NKRI. “Jika dilihat selama dua tahun terakhir Puncak Jaya sudah mulai aman, itu karena bupati hari ini bisa tangani dan itu tidak gampang,” katanya lagi. Dia menambahkan satu persoalan yakni persoalan ideologi, sulit sekali untuk diatasi, pasalnya jika berbicara soal keluarga tetaplah keluarga, boleh bicara pembangunan, namun biarkan pihaknya bicara soal ideologi. Sebelumnya, Kelompok bersenjata diduga kembali melakukan penembakan terhadap Yuni Yesra (27) guru honor di Kampung Karobate, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (12/9). Korban selain menjadi guru honor di SD Negeri Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya itu, juga berprofesi sebagai tukang ojek, dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya. /FMB

Sumber: BeritaSatu