Asian Agri Bagikan Premi Rp 2,6 M kepada Petani Plasma

Jakarta – Asian Agri membagikan premi atau premium sharing senilai lebih dari Rp 2,6 miliar kepada para petani plasma binaan mereka di Provinsi Riau dan Jambi yang telah memperoleh sertifikasi berkelanjutan bidang kelapa sawit. Premi itu diserahkan secara simbolis di Jakarta, Rabu (21/12) oleh Direktur Asian Agri, Freddy Widjaya kepada enam orang dari asosiasi Koperasi Unit Desa (KUD) dan disaksikan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukika. Dana sebesar Rp 2.626.393.806 itu, kata Freddy, merupakan insentif dari penjualan minyak sawit berkelanjutan yang diserap oleh pasar internasional selama tahun penjualan 2015. Dana itu, lanjutnya, akan dibagikan kepada 29.000 orang petani plasma yang bernaung di bawah enam asosiasi KUD. Ke-6 asosiasi KUD tersebut membawahi lebih dari 71 KUD dengan jumlah petani plasma sebanyak 29.000 orang. Total lahan yang dikelola oleh para petani plasma ini mencapai 60.000 hektar. Lebih lanjut Freddy berharap, para petani plasma dapat menggunakan dana premi ini untuk kepentingan petani secara kolektif. “Misalnya untuk perbaikan infrastruktur desa, pelatihan praktik ramah lingkungan, peningkatan kapasitas petani serta kegiatan lain untuk kesejahteraan petani,” kata Freddy dalam sambutannya pada acara penyerahan premi tersebut. Ia melanjutkan, “Sejak 2011, Asian Agri secara konsisten mendampingi petani plasmanya memperoleh sertifikat internasional baik RSPO maupun ISCC. Pasar internasional, terutama negara-negara Eropa, merupakan pasar potensial bagi ekspor minyak sawit bersertifikasi internasional, sedangkan premi yang akan dihasilkan nantinya merupakan insentif tambahan bagi petani.” Selama ini, Asian Agri telah membangun kemitraan dan membina para petani sawit agar mereka menerapkan praktik berkebun secara berkelanjutan. “Kemitraan dengan petani sawit ini memungkinkan Asian Agri secara konsisten mendampingi petani untuk memperoleh hasil yang optimal dan berkelanjutan sehingga memperoleh kepastian akses dan pasar ekspor,” imbuhnya. Sehubungan dengan ini, Asian Agri, kata Freddy, akan terus melakukan penguatan kelembagaan petani sawit, sehingga petani mampu menghadapi persaingan pasar global serta menjadi bagian dari kampanye positif pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah Indonesia menjadi referensi industri sawit dunia. Apalagi, Indonesia merupakan negara penghasil dan pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. Nilai ekspor CPO Indonesia mencapai lebih dari US$ 17 miliar setiap tahun dan menciptakan devisa ekspor terbesar. Terkait kerja sama dengan petani plasma ini, Enggarstiasto Lukita, dalam sambutannya memuji langkah Asian Agri. Menurutnya, ini adalah contoh bagus bagi perusahaan-perusahaan sawit lainnya di Indonesia. Sebab membangun kemitraan dengan petani ini sangat penting. “Apalagi, program inti plasma ini sudah lama dirancang, tapi terkikis oleh zaman. Tapi Asian Agri terus menjalankannya secara konsisten. Tadi saya dengar sebagai yang tertinggi. Inilah yang membanggakan saya,” ujar politisi Partai Nasdem tersebut. Alexander Madji/AMA Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu