Bengawan Solo Meluap, Bojonegoro Banjir

Bojonegoro – Air Sungai Bengawan Solo yang membelah Kabupaten Bojonegoro kembali meluap hingga meluber ke semua desa dan kecamatan yang ada di daerah aliran sungai (DAS). Ribuan unit rumah penduduk di enam wilayah kecamatan sudah direndam banjir, sehingga praktis mayoritas penduduk tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi seperti hari-hari sebelumnya. Ketinggian permukaan air mulai Kamis (1/12) pukul 08.00 WIB hingga Jumat (2/12) mencapai 15.06 phielschal yang berarti 0,06 meter (meluber) di atas tanggul sungai. Karenanya, untuk Kabupaten Bojonegoro mulai Kamis kemarin hingga Jumat sekarang ini dinyatakan Siaga III atau Siaga Merah. “Air Sungai Bengawan Solo saat ini trendnya naik terus karena baik di bagian hulu hingga sampai di Bojonegoro, sepanjang hari hujan terus. Semoga saja tidak ada pasang purnama yang menjadikan permukaan air laut naik sehingga air menjadi lamban mengalir ke laut,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andhik Sudjarwo yang dikonfirmasi, Jumat (2/12). Derasnya banjir dilaporkan mengakibatkan cekdam di Desa Puncangarum, Kecamatan Boureno jebol. Karenanya, luapan air terus mengalir ke pemukiman dan persawahan penduduk yang baru saja ditanami padi. Banjir Bengawan Solo hari ini dilaporkan sudah melanda 32 desa di enam wilayah kecamatan yang tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 0,40 meter hingga 1,00 meter. Desa-desa yang sudah tergenang banjir adalah yang berada di wilayah Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Kanor, Kecamatan Dander, Kecamatan Kapas, Kecamatan Trucuk, dan Kecamatan Kota Bojonegoro. Untuk wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro sendiri, banjir sudah merambah Kelurahan Ledok Kulon dan Kelurahan Ledok Wetan, Desa Klangon, Desa Jetak, Desa Kalirejo, Desa Semanding, Desa Banjarejo, Desa Kauman, dan Desa Mojo. Untuk wilayah Kecamatan Dander, banjir sudah menerjang Desa Ngablak. Untuk Desa Sranak dan Desa Trucuk di Kecamatan Trucuk, hingga Desa Banjarsari, Desa Bogo dan Desa Sambiroto di Kecamatan Kapas, sudah hampir sebagian besar rumah warga direndam banjir. Bahkan sebuah kompleks gedung sekolah dasar negeri (SDN) beserta enam gedung Taman Kanak-Kanak (TK), ratusan hektar sawah, ratusan hektar pekarangan, serta 1.002 meter jalan desa di kawasan itui terendam banjir. “Untuk jumlah pengungsi masih kita data, namun data sementara untuk wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro sendiri hari ini ada 186 jiwa. Mereka mengungsi di tanggul Bengawan Solo dan Gedung Serba Guna yang berada di Kelurahan Ledok Wetan,” ujar Andhik Sudjarwo. Untuk distribusi pasokan makanan dan minuman saat ini masih cukup karena sudah didirikan dapur umum. Untuk wilayah kecamatan lain, menurut dia masih dalam pendataan dan perencanaan dropping bantuan logistik. Aries Sudiono/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu