Survei SMRC: Aksi 4/11 Jadi Perhatian Nasional

Jakarta – Mayoritas masyarakat Indonesia mengetahui aksi Bela Islam Jilid II pada 4 November 2016 (Aksi 4/11). Karenanya, aksi dengan tuntutan agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum, menjadi perhatian nasional. “Sebanyak 79 persen mengetahui adanya aksi 4 November 2016 lalu. Hanya sebanyak 21 persen masyarakat yang menyatakan tidak tahu ada aksi ‎4/11. Demo 4 November telah menjadi perhatian nasional, bukan sekedar peristiwa yang menarik warga Jakarta,” kata pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani saat merilis temuan survei SMRC di Jakarta, Kamis (8/12). Survei SMRC digelar secara nasional dengan melibatkan responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada ‎22-28 November lalu. Total responden 1.220 orang yang dipilih secara random. Responden yang dapat diwawancarai secara valid mencapai 1.012 orang. Margin of errror 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Menurut Saiful, sebanyak 42,9 persen masyarakat mendukung aksi 4/11. Kemudian 37,7 persen netral dalam arti tidak mendukung dan tidak juga menentang. “Sebanyak 16,4 persen menentang dan 3 persen tidak tahu,” ujarnya. Dia menuturkan, hanya 1,4 persen masyarakat yang mengaku turun ke jalan. Dia menyatakan, angka 1,4 persen dari populasi nasional itu merupakan demo besar. “Tapi hasil survei tetap memperlihatkan umumnya masyarakat menilai demo tidak positif, karena berakhir dengan bentrok,” tuturnya. Dia mengemukakan, banyak warga yang menilai aksi 4/11 dimanfaatkan pihak-pihak tertentu terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. Hal itu terlihat dari 40,7 persen responden. Sedangkan masyarakat yang menyatakan tidak percaya aksi ditunggangi hanya 20,4 persen, dan 25,9 persen tidak tahu. Dia menambahkan, suvei juga menanyakan mengenai pernyataan Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51. Sebanyak 45,2 persen menyatakan setuju ucapan Ahok menistakan agama Islam. Lalu, 21,5 persen menyatakan tidak setuju dan 33,3 persen menyatakan tidak tahu. Meski begitu, hanya 11,5 persen responden mengetahui persis isi pernyataan Ahok. Selebihnya 88,5 persen menyatakan tidak tahu. “87,1 persen juga menyatakan belum pernah menonton video ketika Ahok berpidato di hadapan warga Kepulauan Seribu. Hanya 12,9 yang menyatakan sudah menonton video tersebut,” katanya. Responden yang sudah menonton sebanyak 46,6 persen video yang memuat kalimat, dibohongi memakai Al Maidah ayat 51. Kemudian, 37,4 persen menonton video yang di dalamnya terdapat kalimat dibohongi Al Maidah ayat 51. Carlos KY Paath/Erwin C Sihombing/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu