77 Tahun Wafatnya Pahlawan Nasional SISKS PB X Diperingati

Jakarta – 77 tahun wafatnya Pahlawan Nasional almarhum Sampean Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono ke X, diperingati pada Minggu, 25 September 2016 di Aula Sasono Wiwoho, Menteng, Jakarta Pusat. Almarhum Kanjeng Susuhunan Paku Buwono X adalah Raja Keraton Surakarta Hadiningrat yang memerintah selama 46 tahun, antara tahun 1893 – 1939, sebagai penerus Dinasti Mataram. “Selama menjadi Raja Kesunanan Surakarta, almarhum berperan aktif dalam mendukung perjuangan organisasi pergerakan nasional yang bertujuan mengusir kolonial Belanda di awal abad ke 20,” kata Ketua Trah Pakubowono ke X dan juga selaku penyelenggara, DR.BRA. Hj.Mooryati Soedibjo Poerbohadiningrat dalam siaran pers yang diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (27/9). Selain itu, lanjut Mooryati, beliau juga seorang motivator yang turut aktif dalam mendukung perkumpulan atau organisasi politik hingga sempat dibuang diasingkan oleh Belanda ke Maluku pada 1831 karena dianggap berafiliasi dengan Pangeran Diponegoro. “Beliau juga menjalin hubungan baik dengan berbagai lapisan masyarakat, membangkitkan semangat kebangsaan serta menekankan arti penting kesadaran multikulturalisme, toleransi, dan kebersamaan. Ini yang harus diteladani generasi muda,” kata Mooryati. Kegiatan setiap tahun ini merupakan tradisi budaya keraton Surakarta Hadiningrat syang diselenggarakan oleh para kerabat atau yang memiliki garis keturunan (TRAH) dari almarhum SISKS Pakubowono X. Rangkaian acara peringatan ini meliputi diantaranya sambutan Ketua Trah Pakubowono ke X dan juga selaku penyelenggara, DR.BRA. Hj.Mooryati Soedibjo Poerbohadiningrat beserta keluarga besar. Dilanjutkan dengan prosesi pembawa ratus dikuti rombongan ulama dari Keraton Surakarta Hadingrat atau tim Kusumo Buwono pembaca Syahadat Quresh dan Shalawat Sultan Agung, pembacaan doa tahlil dzikir, lorodan dan santap siang serta menjalin silahturahmi sesama para kerabat dan beberapa tokoh masyarakat yang hadir pada acara peringatan ini. Almarhum Kanjeng Susuhunan Paku Buwono X dilahirkan hari Kamis Legi, 29 November 1866, 1 Rejeb, tahun Alip, Wuku Wugu, Windu Sancaya, Tahun Jawa 1795 pukul 06.30 pagi. Beliau adalah putra dari SISKS Pakubuwono IX dengan Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono ke IX (Bendoro Raden Ayu Koestiyah, serta cucu dari Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati Mangkunegara II). Saat kecil, beliau memiliki nama Gusti Bendara Raden Mas Sayidin Malikul Kusno yang sehari hari disebut Gusti Timur. Pada Senin Legi, 4 Oktober 1869, Residen Surakarta membacakan telegram dari pemerintah Belanda bahwa Gusti Timur menjadi Putra Mahkota. Selanjutnya pada 30 Maret 1893 atau 12 Ramadhan tahun Je, Wuku Madangkungan, Sang Putra Mahkota dinobatkan menjadi Raja dengan sebutan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubowono ke X Senapati Ing Nagari Surakarta Hadiningrat. Beliau juga mendapat Bintang dari Ratu Wihelmina dan tambahan sebutan Hingkang Minulya (Sampeyan Dalem). Atas jasa-jasanya, SISKS Pakubowono X mendapat Bintang Maha Putera Utama pada 16 Agustus 2010 serta menerima anugerah Gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia pada 8 November 2011. “Almarhum SISKS Pakubowono X memerintah selama 46 tahun masehi atau 48 tahun Jawa. Beliau mendapat gelar kehormatan dari masyarakat sebagai Sinuwun Ingkang Minulya Saha Wicaksana artinya raja besar dan bijaksana. Beliau mewarisi nilai keteladanan, kebijaksanaan, keutamaan, kemuliaan, keagungan, dan keluhuran,” tandas Mooryati. Mardiana Makmun/MAR Investor Daily

Sumber: BeritaSatu