Berpegang Statuta, 14 Klub Membangkang

Kompetisi bakal kembali terpecah dua. Saat 10 klub memilih tetap berlaga di liga di bawah PT Liga Prima Sportindo, 14 klub lainnya memutuskan hengkang. Klub-klub yang musim lalu berkompetisi di ISL memilih untuk meneruskan kiprahnya di bawah PT LI. Keputusan itu diambil karena PSSI dan PT Liga Prima telah melanggar statuta. Menurut H Harbiansyah, perwakilan 14 klub dari Persisam Putra Samarinda keputusan memasukkan klub dari divisi utama dan dua tim yang masih terkena skorsing yaitu Persibo Bojonegoro dan Persema Malang, adalah pelanggaran statuta. “Dulu kami melawan Nurdin Halid karena dia melanggar statuta. Masak sekarang PSSI dan PT Liga Prima melanggar statuta, kami akan ikuti. Kami siap menegakkan statuta apa pun resikonya,” tandas Harbiansyah. Penegasan ini didukung anggota Exco La Nyalla Matalitti. Menurut La Nyalla, tidak ada alasan PSSI tidak merestui kompetisi LSI karena ini sesuai dengan aturan Kongres. “Kalau kemudian dibentuk PT baru, itu jelas tidak kredibel, apalagi pembagian sahamnya tidak jelas. Masak saham PT Liga Prima Sportindo dimiliki Johar Arifin Husin 70 persen dan Farid Rahman 30 persen. Bagaimana itu bisa terjadi,” tegas La Nyalla. Selain itu, lanjut La Nyalla, dalam Kongres Bali sudah diputuskan bahwa pesertanya 18 klub. “Kenapa kemudian bisa diubah menjadi 24 klub. Sudah begitu, Persema dan Persibo yang jelas masih dikenai sanksi oleh kongres, sehingga tidak bisa dianulir oleh rapat Exco,” tandas La Nyalla.

Sumber: Bolalob