Tolak Korupsi dan Politik Dinasti, Warga Banten Teken Petisi

Serang – Masih dalam suasana peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI), warga Kota Serang menggelar aksi bertajuk “#BantenMenolakKorupsi”, Minggu (11/12). Dalam aksi ini, warga membubuhkan tanda tangan pada bentangan kain putih yang bertulis Banten Menolak Korupsi. Aksi mendapat simpati warga yang melintas di Jalan Veteran, tepatnya di depan Mall Serang, Kota Serang. Warga yang sedang berolahraga, berhenti sejenak untuk ikut berpartisipasi membubuhkan tanda tangan dan memberi endorsement menolak praktik korupsi di Banten. “Saya pengen nya Banten nggak ada korupsi lagi. Penimpinnya jangan mentingin kepentingan politik. Masyarakatnya damai dan sejahtera,” harap Farhan Fahrezi, warga Bumi Agung Permai I, Kota Serang ditemui usai membubuhkan tanda tangan. Warga lain, Angga A.P mengaku malu menjadi orang Banten ketika melihat berita tentang korupsi terus berlangsung di Banten. “Ya malu aja kalau lihat TV beritanya Banten mah korupsi aja. Jangan ada lagi lah. Kalau jalan-jalan ke luar tanya orang Banten biar nggak malu jawabnya,” tutur siswa SMP 3 di Kota Serang tersebut. Sementara itu Siti Fazriah, warga Cibaliung yang bermukim di Ciceri, Kota Serang melihat praktik korupsi sangat merajalela di Banten. “Mulai dari yang kecil sampai yang besar ada. Ini kan sudah meraja-lela. Korupsi sudah menjadi kebiasaan,” kata Fazriah. Mahasiswa IAIN SMH Banten tersebut berharap ke depan tidak ada lagi praktik korupsi di Banten. ” Pengen nya jangan ada lagi korupsi di Banten,” harapnya. Selain aksi membubuhkan tanda tangan, warga juga membaca puisi tentang korupsi yang termaktub dalam antologi Puisi Menolak Korupsi yang diinisiasi oleh sastrawan Sosiawan Leak. Yudo Dahono/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu