Komdis PSSI Belum Jatuhkan Sanksi pada Klub LPI

, Jakarta – Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum juga menyelesaikan tugasnya memutuskan sanksi terhadap dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan klub-klub peserta kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) dengan sengaja walk-out (WO-mundur) dari pertandingan pada putaran pertama LPI. “Kami sedang bekerja keras memeriksa dokumen yang diajukan PT LPIS (Liga Prima Indonesia Sportindo-operator LPI),” kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Hinca Pandjaitan kepada Tempo, Selasa, 27 Agustus 2013. ”Dokumennya banyak sekali.” Hinca menjanjikan pemeriksaan dokumen itu akan segera selesai. Apakah pemeriksaan itu akan selesai sebelum putaran kedua IPL dimulai 4 September nanti, Hinca mengatakan, “Ya, kami kejar target itu. Kami bekerja siang malam sejak pekan lalu.” Menurut Hinca, pihaknya kesulitan menyelesaikan pekerjaan itu dengan cepat lantaran dokumen yang diserahkan kurang lengkap. ”Kami perlu mengkomunikasikan ulang kepada mereka (PT LPIS) agar dilengkapi,” ujarnya. Komisi Disiplin, kata Hinca, tidak akan memberi toleransi atas pelanggaran disiplin yang dilakukan klub. ”Hukumannya tegas dan jelas.”Hinca mengacu pada Pasal 57 Kode Disiplin PSSI, dengan sanksi denda Rp 100 juta hingga diskualifikasi. Mengenai kemungkinan diskualifikasi klub ini, Hinca enggan berkomentar lebih jauh. “Tunggu saja hasil investigasi kami,” ujarnya. Pada putaran pertama LPI, tercatat sedikitnya 11 aksi WO dilakukan klub-klub peserta. Mereka beralasan tak memiliki dana untuk menjalani pertandingan. Lebih miris lagi, aksi WO juga sempat dilakukan klub tuan rumah. Hal ini terjadi saat Persibo Bojonegoro mundur dari pertandingan saat dijadwalkan menjamu Arema pada 18 April lalu. GADI MAKITAN Terhangat: Simulator SIM | Rupiah Loyo | Suap SKK Migas Berita Terpopuler: Pelat Jeep B 1 LPI Rizieq Tercatat di Polisi Roy Suryo: Foto Instagram Ani SBY Asli Mobil Hardtop Jebol Pintu Keraton Surakarta Raja Pakubuwono XIII Disandera? Target FPI: Paksa SBY Batalkan Miss World

Sumber: Tempo.co